Bunuh diri adalah pemecahan permanen untuk suatu masalah yang bersifat sementara.
Banyak orang berani mati, tapi sedikit orang berani hidup saat menghadapi tantangan.
So what?
Thursday, October 15, 2009
Monday, October 12, 2009
Quote Pagi Ini (GF!)
Seburuk apapun harimu, gak akan terlalu buruk sehingga kamu merasa di luar jangkauan anugerah Tuhan.
Sebaik apapun harimu, gak akan terlalu baik sehingga kamu merasa gak membutuhkan anugerah Tuhan.
Sebaik apapun harimu, gak akan terlalu baik sehingga kamu merasa gak membutuhkan anugerah Tuhan.
Thursday, October 8, 2009
Poem about African Kid
This poem was nominated by UN as the best poem of 2006. Written by an African Kid
When I born, I black..
When I grow up, I black..
When I go in Sun, I black..
When I scared, I black..
When I sick, I black..
And when I die, I still black...
And you white fellow..
When you born, you pink..
When you grow up, you white..
When you go in sun, you red..
When you cold, you blue..
When you scared, you yellow..
When you sick, you green..
And when you die, you gray...
And you calling me coloured?
When I born, I black..
When I grow up, I black..
When I go in Sun, I black..
When I scared, I black..
When I sick, I black..
And when I die, I still black...
And you white fellow..
When you born, you pink..
When you grow up, you white..
When you go in sun, you red..
When you cold, you blue..
When you scared, you yellow..
When you sick, you green..
And when you die, you gray...
And you calling me coloured?
Monday, October 5, 2009
Saya Patahkan Kakinya

Cambukkan Allah memang menyakitkan, namun menyembuhkan. -Liem Hwa Yong-
Seorang wanita sedang menikmati udara musim panas di Swiss dengan berjalan-jalan. Ketika mendaki sebuah lereng gunung, dia tiba di rumah seorang gembala. Dia melihat seorang gembala yang sedang duduk dikelilingi ternak-ternaknya. Di pangkuan gembala itu, terbaring seekor domba yang kakinya patah. Dengan perasaan penuh simpati, wanita itu bertanya, "apa yang terjadi dengan domba itu?"
Dengan wajah penuh arti, gembala itu menjawab, "saya telah patahkan kakinya". Wajah wanita itu tiba-tiba berubah menjadi penuh kengerian dan rasa sakit.
Karena melihat perubahan itu, sang gembala lalu dengan cepat berkata, "Bu, dari semua domba saya, domba inilah yang paling bandel. Dia tidak pernah mematuhi saya. Dia tidak mau mengikuti arah yang saya tunjukkan. Dia suka ngelayap pergi ke tempat-tempat curam di tebing yang terjal dan sering membahayakan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, dia juga membuat domba-domba saya yang lain berserakkan. Saya sudah berpengalaman menangani domba nakal seperti ini. Jadi, saya kemudian mematahkan kakinya. Hari pertama saya mendekatinya untuk memberi makan, dia mencoba menggigit tangan saya. Saya biarkan selama dua hari. Dan sekarang, dia tak hanya mau memakan makanan yang saya berikan, tetapi juga menjilati tangan saya dan menunjukkan sikap penyerahan bahkan kasih sayang. Dan sekarang, saya yakin, jika domba ini sudah sehat, dia akan menjadi domba paling teladan dalam kumpulan ternak saya. Tidak ada domba lain yang lebih cepat mendengar suara saya. Tidak ada domba lain yang mengikuti saya begitu dekat selain dia."
"...karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak." (Ibrani 12:6)
Seorang wanita sedang menikmati udara musim panas di Swiss dengan berjalan-jalan. Ketika mendaki sebuah lereng gunung, dia tiba di rumah seorang gembala. Dia melihat seorang gembala yang sedang duduk dikelilingi ternak-ternaknya. Di pangkuan gembala itu, terbaring seekor domba yang kakinya patah. Dengan perasaan penuh simpati, wanita itu bertanya, "apa yang terjadi dengan domba itu?"
Dengan wajah penuh arti, gembala itu menjawab, "saya telah patahkan kakinya". Wajah wanita itu tiba-tiba berubah menjadi penuh kengerian dan rasa sakit.
Karena melihat perubahan itu, sang gembala lalu dengan cepat berkata, "Bu, dari semua domba saya, domba inilah yang paling bandel. Dia tidak pernah mematuhi saya. Dia tidak mau mengikuti arah yang saya tunjukkan. Dia suka ngelayap pergi ke tempat-tempat curam di tebing yang terjal dan sering membahayakan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, dia juga membuat domba-domba saya yang lain berserakkan. Saya sudah berpengalaman menangani domba nakal seperti ini. Jadi, saya kemudian mematahkan kakinya. Hari pertama saya mendekatinya untuk memberi makan, dia mencoba menggigit tangan saya. Saya biarkan selama dua hari. Dan sekarang, dia tak hanya mau memakan makanan yang saya berikan, tetapi juga menjilati tangan saya dan menunjukkan sikap penyerahan bahkan kasih sayang. Dan sekarang, saya yakin, jika domba ini sudah sehat, dia akan menjadi domba paling teladan dalam kumpulan ternak saya. Tidak ada domba lain yang lebih cepat mendengar suara saya. Tidak ada domba lain yang mengikuti saya begitu dekat selain dia."
"...karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak." (Ibrani 12:6)
Thursday, September 24, 2009
Kebahagiaan dalam Perkawinan

- Janganlah suami istri marah pada waktu yang sama
- Jangan berteriak satu kepada yang lain, kecuali rumah sedang terbakar atau ada gempa bumi
- Jika ada satu orang yang harus menang dalam perselisihan, maka biarlah partner anda yang menang.
- Jika harus mengkritik partner anda, maka hanya boleh dilakukan dengan sikap kasih
- Jangan menggali kembali kesalahan-kesalahan pada masa yang sudah lampau
- Lebih baik tidak memberi waktu kepada orang lain daripada tidak memberi waktu kepada partner anda
- Jangan tidur jika masih ada perselisihan yang belum selesai
- Berkatalah sesuatu yang manis atau pujian kepada partner anda sekurang-kurangnya sekali sehari
- Jika berbuat sesuatu yang salah, akuilah kesalahan itu dan minta maaf
- Jangan lupa bahwa perselisihan memerlukan dua orang dan biasanya yang salah adalah orang yang paling banyak bicara
- (ada yang mau menambahkan?)
Subscribe to:
Posts (Atom)